Thursday, 2 July 2015

Impianku 'Magister Kimia ITB'

Tak perlu banyak kata Disini, Karena di dalam doaku panjang sekali ku merayu Allah yang intinya aku mau ada namaku di kolom Pengumuman mahasiswa Magister kimia ITB Yang diterima pada pertengahan bulan Juli 2015 ini.
Semoga ITB Ya Allah..
Doa pada Background foto gak nyambung


Ohh iyaa kamu gak perlu marah, masih ada terus kok namamu ku ejahan kata perkata dalam doaku.
Kamuu yaa kamu... *kamu yang masih rahasia.

Monday, 20 April 2015

Coretan Tentang Murobbi


Sang Murobbi...
Kau percaya sejahat-jahatnya orang pasti bisa berubah.
Seperti umar yang awalnya sangat membenci rasul dan ingin membunuhnya berubah menjadi rela mati demi membela rasul.
Kau sabar dalam membimbing kami menuju jalan yang benar.
Bukan hanya menunjukkan tapi kau menuntun kami menapakinya.
Jalan Allah dan Rasul..
Maafkan kami yang sering tidak istiqomah.
Bukankah kau sendri yang bilang " iman itu yazid waa yanqus" iman naik dan turun. Jadi semoga Allah memberikan kesabaran kepadamu dalam membimbing kami wahai murobbi.
Kau pernah bilang menuntut ilmu itu harus serius.
Halaqoh trus berjalan sesuai jadwal . Dtang tepat waktu.
Kecuali ada alasan syar'i..
Kadang kalah sakitpun kau masih datang untuk menyampaikan ilmu kepada kami. Sedangkan kami sering kali cuma sakit sedikit, hujan gerimis dan alasan-alasan sepele dijadikan tameng untuk absen menuntut ilmu.
Kau bilang ini bukanlah waktu istrhat. Istrahat menuntut ilmu ketika nafas sudah d ujung tenggorokan . Saat kematian menjemput.
Kedisiplinan sangat engkau tekankan.
Terima kasih atas semuanya..
Semoga pahala terus mengalir kepadamu.
#murobbi #terimakasih  #jazakumullah #inspirator  #motivator

Friday, 30 January 2015

Semangat Bahari Nusantara (SEBARNUSA) 2015 Part 1

Sebagian Volunteer Sebarnusa


Sebenarnya bingung juga mau mulai dari mana tulisan ini akan ku tulis.
Come on kita mulai dari kata Ayo KePenghulu =Ayo KeBengkulu...
Becanda kalii...
Ini tentang perjalanan singkat tapi membekas lama di hati. Sepotong perjalanan kehidupan mengenal diri sendiri, mengenal orang baru dan mengenal sisi lain negeri ini. Perjalanan yang  bisa membuat kita bisa membuat kita semakin syukur nikmat. Pengalaman yang mengajarkan kita indahnya berbagi, indahnya menyalakan lilin saat orang-orang hanya bisa mengutuk kegelapan bahkan mengejek kita yang menyalakan lilin kecil. Kami sebut kegiatan ini “SEBARNUSA” Semangat Bahari Nusantara.
SEBARNUSA merupakan program Korp Alumni Kapal Pemuda Nusantara (KAKPN) yang digagas oleh teman-teman alumni Sail Raja ampat 2014 saat mereka berlayar menggunakan Kapal Perang KRI Surabaya. Melalui proses diskusi yang alot mereka di kapal ditetapkanlah Provinsi Bengkulu menjadi titik awal kegiatan Sebarnusa ini yang difokuskan di daerah pesisir, Pulau Enggano tepatnya. Mengapa dipilh pulau Enggano? Alasan secara pasti aku tak tahu, apa karena kemampuan negosiasis teman-teman delegasi Bengkulu sangat meyakinkan semua peserta diskusi waktu di kapal tersebut. Lesti hastika, Ferdi syahdani, Rafik udin, Nita fitriani itulah mereka yang telah membanggakan provinsi Bengkulu sehingga dapat menjadi tuan rumah acara ini. Jika ku tebak maka alasannya pasti karena pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar indonesia secara geografis, tapi jangan disebut pulau terluar dong kata yang lebih baik adalah pulau terdepan. Pulau ini terletak di samudra Hindia dan berbatasan dengan negara India. Namun, jangan kalian kira bahasa di Enggano mirip bahasa India. Aca acaa.nehi nehi..cupke cupke..hahaa. Pulau ini merupakan bagian dari kabupaten Bengkulu utara dan merupakan satu kecamatan. Kecamatan Enggano terletak disebelah barat daya dari kota bengkulu dengan kordinat 05° 23´ 21´´ LS, 102° 24´ 40´´ BT. Secara detail tentang pulau enggano bisa di buka di link berikut ini.
Persiapan untuk kegiatan sebarnusa ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari sebelum hari H yang di telah ditetapkan tanggal 13-18 januari 2015. Berarti setahun kami mempersiapkan acara ini. Dari mulai bulan september 2014 kami mulai survei awal ke pulau enggano. Kemudian mempersiapkan  semua yang di perlukan untuk kegiatan sosial ini. Kami mulai menyebarkan info kegiatan ini kesemua pemuda se-Indonesia terkhusus alumni kapal pemuda nusantara dan pemuda di Kota Bengkulu. Begitu banyak yang ingin join dalam kegiatan ini memberikan partisipasi dalam porsi masing-masing, ada yang jauh-jauh mengirimkan buku bacaan untuk rumah baca yang akan di buat, ada yang mengirim uang untuk pendanaan, ada juga yang memberikan sumbangan berupa baju layak pakai. Bahkan ada 15 orang pemuda Bengkulu yang siap terjuan dari awal persiapan sampai akhir kegiatan ikut andil dalam kegiatan ini. Dan jangan kita kira pulau enggano dapat kita datangi dengan jarak waktu 1 atau 2 jam perjalanan .. tapi 12 jam-14 jam perjalanan laut..oh my god.. pasti bakal banyak mabuk laut guys.
Setelah semua persiapan selesai kita membawa lebih dari 30 kardus baju layak pakai, dan puluhan buku bacanan untuk pembuatan rumah baca sebarnusa, membawa tim rumah kedelai yang akan berbagi informasi kepada warga tentang pengolaan kedelai menjadi susu dan tahu. Semua bantuan ini didapat dari orang-orang dermawan se-Indonesia, PKPU Bengkulu dan kerja keras teman-teman panitia.
Mendekati hari H kegiatan peserta yang fix akan ikut ke pulau enggano dari tanggal 13-18 Januari 2015 berjumlah 16 orang panitia yang terdiri dari KAKPN, PCMI Bengkulu dan para voluenteer lainnya. Ditambah lagi 7 orang dari rumah kedelai.
Oke guys sekarang kita berangkat ke Enggano. Selasa 13 Januari 2013 kapal Pelni Pulo telo melepas tali-tali yang terikat di dermaga Pulau Bai Bengkulu dan mulai menghidupkan mesin untuk memutar plopeler kapal. Sore itu jam 17.00 WIB kami berangkat. Oya ongkos menuju pulau Enggano Rp. 55.000/orang. Kulihat satu persatu wajah para volunteer, terukir semangat, dibalik semangat itu aku tahu bakal banyak yang akan tumbang/tepar di tengah laut nanti karena perjalanan ini memakan waktu 12-14 jam perjalanan laut. Kapal mulai keluar dari dermaga pulau bai, bunyi klakson kapal memberi isyarat kepada kapal-kapal nelayan untuk membuka jalan. Sebenarnya arus lalu lintas di dermaga pulau bai tidak terlalu sibuk tapi tetap saja sirene/klakson kapal tetap berbunyi. Pasti dalam bayangan alumni KPN kita sedang peran “muka belakang” sambil ngibarin berdera kecil di tangan melambai-lambai kearah gerumunan orang didermaga. #JadiRinduKomodo.
Magrib telah tiba dan tak ayal rata-rata dari kami mulai tumbang. Tumbang dalam artian teler mabuk laut. baiklah kita absen dulu para volunteer : kak Handri, kak adri/EnRu, yurike, yuyun, lia haryana, ferdi syahdani, medi ariansyah, Dedi putra, alheru, Jeje panjaitan, nita fitriani, lesti hastika, rafik udin, fahrul rozi, rangga .. aduuh siapa lagi yang kurang ..jujur sebelum ini tertulis aku berulang kali menghitung dan mengabsen kalian guys siapa yang kurang. Ternyata aku belum menghitung diriku sendiri. Oya aku Muhamad Allan serunting biasa di panggil Alan bukan Si-Alan..hahha
Perputaran jarum jam terasa begitu lambat seiring dengan kapal yang semakin kuat berayun naik-turun karena hempasan ombak. Riak ombak ditepi pantai tentulah nikmat jika kita pandang tapi kali ini riak ombak seolah-olah menunjukkan kuasanya. Kami penguasa disini dan kami diciptakan oleh maha kuasa. Sembari tidur dengan gaya masing-masing aku lebih banyak istigfar dan berdoa semoga perjalanan ini selamat. Oya jika di ingat-ingat masalah tidur banyak hal lucu ketika itu. Ada si Yuyun yang tidur seperti Me#a#irk#n, melihat gaya tidur yuyun semua teman-teman yang masih terjaga sontak tertawa lepas. Sedangkan yuyun sendiri masih dalam mimpi indahnya menjadi putri duyung..pissss yun.
Semua mulai hitam .....dan akupun tertidur.
Waktu subuh kami semua sudah bangun. Siap-siap sholat subuh di musollah kapal untuk yang laki-laki, sedangkan ceweknya lebih memilih sholat di dalam kamar tidur. Mereka bisa sholat disana karena kami mendapatkan perlakuan istimewa dari pihak kapal, kami mendapatkan ruangan khusus untuk tidur. Terima kasih Om nya yuyun. Pukul 6 pagi kapal sudah merapat di dermaga Kahyapu. Lebih cepat dari perkiraan.
Di dermaga kami langsung bahu membahu mengeluarkan barang-barang pribadi dan semua donasi yang dibawak. Membawa tas besar dan kardus ditangan kami hadapkan wajah kedermaga. Seraya menarik napas panjang..ada apa di depan sana..pastikan jadi perjalanan menyenangkan. Ruang kelas sekolah menjadi tempat tinggal kami selama di Enggano. Semua barang-barang dikumpulkan disana kecuali tim rumah kedelai mereka langsung menuju rumah kepala desa. Sambutan antusias dari siswa-siswi SD akan kedatangan mobil yang membawa barang-barang kami. Mereka ikut membantu mendorong mobil yang terjebak lumpur dan membantu menurunkan barang dari mobil kedalam kelas. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Pikiran mereka tak serumit orang dewasa melihat orang yang perlu dibantu mereka lanjung saja membantu tanpa perlu diminta.
Kami akan tinggal disini sampai hari sabtu tanggal 17 januari 2015. Semua rentetan acara telah kami susun tinggal di laksanakan pada beberpa hari kedepan. Bismillah...
Bersambung .....


Wednesday, 26 November 2014

melihat mimpi mimpi mereka

Begitu menyenangkan bukan ketika kau dan sahabatmu bepisah jauh tapi tetap bisa mengamati dari jauh mimpi-mimpi mereka, mengamati betapa fokusnya mereka akan impian itu..

Tak jarang kau juga akan termotivasi melihat satu persatu impian sahabtmu tercapai.. yeaah.. ada Yang lulus beasiswa dalam negeri bahkan ke luar negeri.. ada yang sudah mendapatkan pekerjaan yang layak.. so we will fight for our dream.. maybe sameday will come true..just belive.

Wednesday, 5 November 2014

Kabupaten Empat Lawang "Berbagi Mimpi-Mimpi Pendidikan"



Berbagi Mimpi-Mimpi Pendidikan
Oleh : Muhamad Allan Serunting, S.Pd
Saya berasal dari daerah pelosok Sumatera selatan. Terlahir disana dengan semua keterbatasan yang ada terutama dalam hal pendidikan. Saya melalui sekolah dasar (SD) dan SMP di kabupaten Empat lawang yang dulunya merupakan bagian dari kabupaten lahat, Kabupaten Empat Lawang diresmikan pada 20 April 2007 setelah sebelumnya disetujui oleh DPR dengan disetujuinya Rancangan Undang-Undangnya pada 8 Desember 2006 tentang pembentukan kabupaten Empat Lawang bersama 15 kabupaten/kota baru lainnya. Setelah terjadi pemekaran pada tahun 2007 diharapkan daerah saya bisa menjadi daerah yang berkembang. Baik secara insfrastruktur maupun bidang pendidikan. Lahat maupun Empat lawang merupakan salah satu daerah tertinggal di Provinsi Sumatera selatan. Jangan bayangkan seperti Palembang karena sangat jauh sekali perbedaan kemajuannya, palembang jauh lebih maju dibandingkan daerah saya.
Empat lawang terkenal dengan julukan daerah yang sangat rawan karena sering terjadi perampokan dan pencurian di daerah saya tersebut, saya sangat malu dengan keadaan ini. Pandangan orang orang luar terhadap masyarakat empat lawang selalu negatif padahal tidak semua orang empat lawang memiliki sifat buruk seperti itu. Banyaknya terjadi kasus perampokan yang terjadi disebabkan kurangnya minat untuk bersekolah para pemuda didaerah tersebut, mereka lebih memilih untuk bertani bahkan banyak yang pengangguran. Padahal bertani hanya akan mendapatkan uang pada saat musim panen. Sehingga ketika musim panen berakhir maka banyak sekali pemuda-pemuda yang putus sekolah tidak memiliki penghasilan. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya tindakan kriminal didaerah tersebut. Selain malu hal ini menjadi motivasi bagi saya pribadi untuk merubah penilaian orang terhadap daerah saya dengan cara menjadi orang yang sukses, sukses dalam arti kata mampu berbagi menyebarkan kebaikan kepada orang-orang disekitar saya.
Berangkat dari banyaknya kasus kriminal seperti itu saya menyadari untuk terus melanjutkan pendidikan saya sampai ke jenjang yang lebih tinggi dan mendapatkan fasilitas yang lebih memadai sehingga suatu hari nanti di masa depan saya bisa mengabdikan diri di daerah asal saya, saya bertekat untuk menyebarkan mimpi-mimpi masa depan kepada anak-anak disana nantinya. Jangan sampai ada yang putus sekolah lagi dengan alasan tidak punya motivasi, kurang biaya. Saya sadar apa yang nanti saya lakukan tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ini tidak mudah. Saya yakin melalui pendidikan saya bisa memperbaiki keadaan ini sedikit demi sedikit. Menyebarkan impian dan harapan kepada anak-anak bahwa pendidikan itu penting dengan harapan suatu hari nanti banyak anak-anak yang bisa memiliki pendidikan S1 , S2 bahkan S3. Melalui semangat belajar tinggi yang dimiliki oleh anak-anak, saya yakin mereka akan tumbuh menjadi generasi-generasi cerdas yang dapat meraih semua impiannya, membanggakan keluarganya dan memajukan daerah. Melalui generasi muda yang cerdas maka akan bangkitlah kemajuan dan pembangunan di tangan mereka. Melalui orang tua yang sadar akan pentingnya pendidikan anak maka akan terus bertambahlah dorongan dan motivasi untuk memberikan pendidikan pada anak-anak dan generasi muda.
Demi mewujudkan mimpi saya ini saya harus membuktikan kepada orang-orang di kabupaten saya terutama masyarakat Desa Lubuk puding baru Kecamatan ulumusi kabupaten Empat Lawang tempat orang tua saya tinggal bahwa kita orang desa juga bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan bukan hanya untuk orang kota. Kita semua pasti bisa juga meraihnya. Hanya butuh sedikit lebih banyak perjuangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Ini impian bukan sekedar mimpi. Kita pasti bisa mewujudkannya. Saya harus menanamkan bahwa saya pasti bisa merubah karekter buruk yang melekat pada daerah saya dengan memulai pada diri saya sendiri.
Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Ranah pendidikan sangat penting untuk diperhatikan oleh masyarakat setempat. Semakin banyak pemuda-pemuda daerah yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maka pelan tapi pasti perubahan ke arah yang lebih baik itu bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Karena dengan pendidikan karakter akan terbentuk. Saya percaya dengan semakin banyaknya mimpi-mimpi pendidikan bersemayam di otak anak-anak maka suatu hari nanti dimasa depan mereka akan merubah keterpurukan ini. Semangat perubahan.

#ITB I'M COMING

Sunday, 26 October 2014

23 Oktober 22 Tahun yang lalu


Tepat pada 23 oktober 22 tahun yang lalu terdengar bunyi tangisan bayi yang sangat lantang mengukirkan senyuman diwajah seorang ibu setelah berjuang memberikan kesempatan hidup untuknya, lahir dalam keadaan sungsang memang sangat menyulitkan bagi wanita berwajah teduh itu untuk memperjuangkan kelahiranku. Asar sore itu aku lahir. Lahir dengan penuh pengharapan menjadi anak yang berbakti, membanggakan orang tua, menjadi anak yang baik kelakuannya serta tutur katanya. #saya rasa itu pengharapan semua ibu di dunia terhadap anaknya.

Banyak sekali ucapan selamat ulang tahun yang ku terima. Terima kasih dan maaf jika selama kalian mengenalku banyak kesalahan yang aku lakukan sengaja maupun tidak sengaja bintang, jahil yang selalu sengaja. Terima kasih sudah mau menyisihkan ruang sedikit bagiku untuk mendapatkan posisi di dalam cerita kehidupan kalian, cerita dalam selembar kertas dari ribuan halaman album cerita kehidupan kalian. Semoga lembaran kalian mengenalku menjadi salah satu lembaran yang istimewa, meski kalian mengenalku dengan kejahilanku, ketelatanku, kebodohanku, dan sedikit kebaikanku. Aku akan terus memperbaiki lembaran itu hingga nanti menjadi lembaran yang bisa kalian banggakan, sampai nanti kalau ada yang bilang ke kalian, kenal sama Muhamad Allan Serunting, kalian akan jawab “Dia Sahabatku”. Aku bangga bisa mengenal kalian , menjalani sebagaian waktu bersama kalian, ada yang dari kita masih kecil, ada yang 3 tahun, ada yang 4 tahun ada yang 1 bulan  bahkan ada yang Cuma 1 minggu pertemuan. Bukan berapa lama kita bersama tapi berapa lama ukhuwah ini bisa terus kita jaga. Ada yang dekat, ada yang jauh jaraknya kalian tetap spesial. Di katakan ataupun tidak dikatakan kalian tetap spesial.

Ada beberapa ucapan yang sangat membuatku terharu, ada yang ngucapin lewat sebuah tulisan “Rahasia23 Oktober” #versi dia bukan versi Andrea hirata dalam novel padang bulannya. Ada yang ngucapain tapi pesan singkatnya tidak masuk karena masalah jaringan  dan dia marah besar kepadaku terima kasih sudah menyisihkan waktu untuk mempersiapkan itu. Ada juga yang rela-rela kumpul  sahabatku yang jauh disana merekam video ala miss univers nya, saya sebagai alifisher angkatan 45 merasa sangat terharu dengan logat melayunya. Ada juga yang melempar tepung dengan konsentrasi tepung: air *(genangan)  23 M. berlari seperti mengejar layang-layang, saling siram. Tetap aku yang jadi korban, penuh tepung, basa kuyub, bukannya marah malah aku menikmati itu. Dan terima kasih yang berempati dengan kode yang kuberikan  Hastag #KodeKeras. Terima kasih kadonya. Terima kasih juga acara tukaran kadonya aku dapat wadah air minum terima kasih HIMAMIA. Terima kasih kado “sahabat” nya dari sabang sampai marouke. Sahabat IKAHIMKI, Sahabat Komodo (sail komodo).
#KodeKeras

Semua ucapan yang ada mengharapkan aku menjadi manusia yang lebih baik lagi, terus berusaha memperbaiki diri dan tetap jadi diri sendiri, panjang umur, sehat selalu. Dan ucapan yang paling mendominasi adalah “ Cepat Dapat jodoh”.. dari hasil survei hampir semua nucapan mengandung kata kata ini. Hehehe.. dan tak lupa aku doakan juga buat kalian dengan doa yang sama. Ingat jomlo sampai halal kan bintang. Bintang kamu tahu tidak disini aku terus mendoakan mereka untuk kesuksesan dimasa depan. Bintang mereka sahabat ku.
Bintang kini aku tepat 22 tahun meskipun wajah sekilas nampak 17 tahun. #sadar sadar..
Kamu baik-baik disana bintang. Jangan cemaskan aku disini aku baik-baik saja .
Bintang itu kalian*
*tulisan ini kudedikasikan buat sahabat-sahabatku dari ujung timur indonesia sampai ujung barat indonesia, sahabat kecilku, KECHEPUL, IKAHIMKI, SAHABAT KOMODO, FRIENDSEVEN. kalian yang pernah mengenalku maaf tidak bisa disebutkan satu persatu. Sekali lagi terima kasih.


Thursday, 25 September 2014

Aku hanya bisa memandang bulan dari satu sisi yang sama

Aku hanya bisa memandang bulan dari satu sisi yang sama..

Memandang dari sisiku..

tebersit rasa menggelora di jiwa..

ada rasa yg kadang tak bisa di filter dengan mudah.

Hanya bisa ku tulis dengan pena yg istiqomah menggores untuknya..

rasa ini boleh saja menggila tapi aku takkan gila karena nya..

Boleh saja kau palingkan muka dariku..

Tak apa meskipun terasa seperti luka diberi asam cuka.

Aku kuat adanya..

berdoa kapal ini berlabu di dermaga yg terindah.